Wellness Industry untuk Baby Boomer

September 21, 2009

Anda pernah mendengar istilah baby boomer?

Baby boomer merupakan veteran yang lahir di saat perang dunia ke dua, atau saat ini mereka adalah generasi orang tua kita yang lahir di tahun 1946  s/d 1964 yang masih hidup sampai sekarang. Baby Boomer di sebut-sebut sebagai motor perekonomian dunia, mereka lah yang membuat  sektor properti meledak, otomotif maju dan berkembang pesat, serta sebagai penggerak bisnis asuransi, Komputer dan Internet. Mereka adalah generasi yang saat ini hidup di puncak ke suksesan dengan produktifitas tinggi, yang mampu menghasilkan lebih banyak uang serta memiliki daya beli yang sangat tinggi .

The Wellness Revolution

Penasihat ekonomi dua presiden Amerika Serikat

Usia baby boomer saat ini berkisar 55 s/d 64 dan di usia senja merekalah yang paling membutuhkan sesuatu yang penting untuk  mempertahankan kesehatan, memperbaiki penampilan, ingin selalu terlihat awet muda (memperlambat penuaan) dan mereka yang paling membutuhkan produk kesehatan untuk mencegah berbabagai macam penyakit, pemerintah tidak ingin generasi ini runtuh karena di Amerika saja walaupun populasi mereka hanya 30% mampu memberikan sumbangan GNP (Growth National Product) mencapai 50%.

Sangat menarik! dalam buku yang di tulis seorang Pengamat Ekonomi di Amerika serikat Paul Zane Pilzer di sebutkan baby boomer menghabiskan $200 milliar pertahun untuk produk perawatan kesehatan atau setengah dari angka belanja kendaraan. Paul memprediksi di tahun 2010, belanja produk kesehatan dari generasi ini akan mencapai USD$1,9 Juta atau berkisar Rp19 Milliar / menit dengan peningkatan mencapai 500%.

Beliau menyebutkan di dalam bukunya The Wellness Revolution bahwa di tahun 2010 Akan tampil satu produk yang bahkan akan melebihi Penjualan Asuransi, Otomotif dan Properti dan produk itu tidak lain adalah produk yang berbasis kesehatan atau  Wellnes Industry.

Mudah kita amati, di saat krisis moneter menimpa negeri ini daya beli masyarakat menurun dan di saat krisis biasanya masyarakat menggunakan pola saving (meng hemat pengeluaran) , namun saya yakin jarang kita lihat balai pengobatan atau klinik, prakter dokter dan rumah sakit yang sepi dari pasien walaupun dalam situasi dan kondisi perekonomian sedang menurun.  Kita bisa simpulkan dengan mudah kesehatan jauh lebih berharga dari segala sesuatu yang kita butuhkan.

Namun di butuhkan analisa yang lebih matang jika hendak mengambil peluang bisnis di industry kesehatan/wellness industry, karena saya yakin tidak sedikit pengusaha atau konglomerat yang melihat potensi bisnis di industry ini dan sudah tentu pesaing pun akan semakin banyak, market share yang mungkin bisa di peroleh 30% sudah di bagi-bagi  menjadi 10 % atau bahkan 5% saja. Bisnis kita pun tidak memiliki ke unikan dan sudah pasaran walaupun mungkin sangat  di butuhkan masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan masyarakat akan  masuk ke era industry kesehatan yang jauh lebih Revolutioner, karena Konsep Food Supplement atau Herbal adalah masa lalu harus ada sesuatu yang jauh lebih menarik dan lebih bisa meyakinkan masyarakat terutama para baby boomer tadi.

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Previous post: Formulator Melilea GFO

Next post: FAKTA Mengenai Diabetes!

</