Yang Harus Anda Ketahui Bahaya GMO

January 25, 2010

Genetically Modified Organism

Genetically Modified Organism

Apa itu GMO

GMO adalah mahluk hidup yang telah ditingkatkan kemampuan genetisnya melalui rekayasa genetis. Secara mudah dapat kamu pahami bahwa dengan rekayasa genetis, ”komponen” mahluk hidup ”dibuah”, disesuaikan, sehingga menjadi lebih unggul, semisal tahan hama, tahan penyakit, dan lebih banyak menghasilkan panen, atau menambah ”gemuk” hewan ternak.

Sebagai contoh, tanaman jagung yang mudah terserang hama, melalui rekayasa genetis, dapat di ”silangkan” dengan jenis bakteri yang dapat ”melawan” hama tersebut, sehingga jadi lah tanaman jagung type baru yang tahan hama.

Salah satu ancaman yang menyeluruh terhadap kemanusiaan adalah me modifikasi sumber makanan kita, dan salah satu alasan mengapa hal itu di benarkan terjadi, adalah karena kita terlalu jauh dari sumber-sumber makanan kita.

Anak-anak sekarang bahkan tidak menyadari berasal dari mana daging dan susu yang sering mereka konsumsi, misalnya mereka tidak pernah menginjakkan kaki di sebuah peternakan atau di ladang pertanian.., tidak pernah terpikirkan bagaimana sumber-sumber makanan tersebut di produksi.

Resiko GMO

Sebagai tambahan wawasan, untuk mendapatkan informasi mendalam bahaya makanan GMO, sangat di sarankan membaca buku Jeffrey Smith, Seeds of Deception dan Genetik Roulette.

Menurut dokumentasi dr smith, setidaknya 65 risiko kesehatan serius dampak dari mengkonsumsi produk GMO, yang di jabarkan sbb:

  • Keturunan tikus diberi makan kedelai transgenik menunjukkan peningkatan lima kali lipat resiko kematian, bayi yang di lahirkan tidak cukup berat badan, ketidakmampuan bereproduksi
  • Tikus jantan yang diberi makan kedelai Transgenik, mengalami kerusakan sel-sel sperma muda
  • Dapat merubah Fungsi DNA dari Embrio Tikus yang di berikan makan Kedele Transgenik (GMO)
  • Beberapa petani di AS telah melaporkan masalah kemandulan atau kesuburan antara babi dan sapi yang diberi makan Varietas Jagung GMO
  • Penyidik di India telah mendokumentasikan masalah kesuburan, aborsi, kelahiran prematur, dan masalah kesehatan serius, termasuk kematian, di antara kerbau yang diberi makan biji kapas GMO .
  • Hewan yang mengkonsumsi makanan GMO mengalami pendarahan perut, berpotensi bertumbuhnya sel pra-kanker, kerusakan organ dan sistem kekebalan tubuh, peradangan ginjal, masalah dengan darah, sel hati, dan kematian yang  tidak dapat dijelaskan.
  • Alergi terhadap kedelai telah meningkat setelah pengenalan cara menanam dengan metode  GMO / Kedelai Transgenik
  • Gen dari tanaman GMO men transfer bakteri usus manusia, yang mungkin akan mengubah flora usus Anda menjadi “hidup seperti pabrik pestisida”

Tidak seorang pun yang mengetahui sepenuhnya apa yang terjadi pada produk akhir ketika Anda menyambung gen baru (proses Mutasi Genetik tsb) dan kemudian mengkonsumsi produk hasil mutasi tersebut selama beberapa generasi. Satu-satunya hal yang dijamin adalah bahwa hal itu akan menciptakan efek samping yang mengejutkan.

Namun, menurut penelitian Smith, apa yang kita tahu adalah bahwa antara tahun 1994 dan 2001 – saat yang bersamaan dengan  produk GMO’s membanjiri pasar – penyakit yang berhubungan dengan makanan meningkat dua kali lipat.

Produk Hasil GMO dapat menyebabkan

• alergis
• Toxic
• karsinogenik / potensi kanker
• Anti-gizi

Mungkin juga menciptakan penyakit-penyakit baru yang belum pernah kita lihat sebelumnya, selain dapat memacu peningkatan beberapa penyakit  yang sudah kita miliki, seperti kanker.

Tips Menghindari Makanan GMO

Seperti dinyatakan oleh  Smith, ada beberapa cara untuk Menghindari makanan GMO:

  • Hanya membeli bahan makanan yang Organik
  • Hanya membeli produk-produk yang mencamtumkan label Non GMO
  • Cari informasi sebanyak-banyaknya produsen yang mensuplai makanan yang sangat berpotensi GMO sebelum anda mengkonsumsi atau menggunakanya seperti
  1. Kedele
  2. Jagung
  3. Kapas
  4. Canola

By – Dr Merkola

{ 1 trackback }

Ketika Sumber Makanan kita Kehilangan Nutrisi | www.melileaku.com
September 7, 2010 at 1:54 pm

{ 10 comments… read them below or add one }

1 katrin January 25, 2010 at 4:27 am

good info….
bisa kasih referensi detail, yg secara gamblang merujuk pada perusahaan mana yg free gmo dan perusahaan mana yg belum free gmo?

2 Melileaku January 25, 2010 at 6:36 am

Utk indonesia kita belm tau persis, masalahnya regulasi mengenai pemberian label utk bahan pangan yg GMO di indonesia masih belm jelas…

Sementara lebih amannya cari bahan pangan yang organik dan sudah ada Label Organik sesuai dengan standar di indonesia atau Luar..

3 Siti Mahmuda January 28, 2010 at 1:53 am

Info yang sangat berguna. Saya jadi ingin mendapatkan info yang lebih banyak lagi tentang produk2 non-GMO & produsennya. Go healthy life! Terima kasih.

4 Martin October 1, 2010 at 11:22 am

Sedihnya, penghindaran makanan GMO sangat susah. Selama 15 tahun saya terus berusaha sekeras mungkin hanya membeli dan mengkonsumsi makanan yang ekologis / organik saja.

Keterangan umum soal GMO sangat tidak dipentingkan oleh perusahaan-2 yang memproduksi/mengolah benih hibrida ini atau pun seluruh pemerintahan. Kalau makanan GMO ini memang tidak berbahaya untuk dimakan, kenapa para perusahaan tidak mau produk-produk GMO mereka dilabel?

5 Monica Natalia Haro November 6, 2010 at 6:30 pm

Halo bangsaku,

Sejauh mana pengetahuan kita tentang GMO, sehingga kita mampu membuat suatu konklusi positif atau negatif?
Pengetahuan tentang biotelnologi yang menyeluruh sangat penting dalam menyikapi inovasi-inovasi terbaru.
Genetically modified tidak selalu berarti bahwa gen dari organisme lain digunakan untuk membuat GMO.
GMO juga berarti bahwa gen-gen yang berasal dari suatu organisme itu sendiri yang diubah/dimodifikasi.
Di tengah panasnya debat dan kontroversi global seputar GMO, sangat mudah kita lupakan bahwa DNA (material genetik) adalah, dan selalu menjadi bagian dari diet/makanan kita sehari-hari.
It is said, ‘Everytime we eat, we consume millions of copies of many thousands of genes. Still, in most cases we do not know what the genes do to us.’
Sangatlah bijaksana untuk menghindari histeria tentang efek negatif (yang mungkin) dari GMO, tetapi melakukan riset lebih lagi untuk membuktikan efek yang sebenarnya yang bisa ditimbulkan oleh produk GMO khususnya yang menyangkut kesehatan manusia dan dampak terhadap lingkungan.

Sudah banyak produk GM yang diproduksi secara legal untuk keperluan komersial di beberapa negara di dunia.
Perlu kita ingat, bahwa setiap produk GM yang dikomersialkan sudah melaui proses penyelidikan secara ketat dalam hal ’safety’, efek toksikologi, kandungan nutrisi dan potensi alergi, sebelum produk-produk GM di-approve untuk marketing (keperluan komersial).
GMO tidak melulu menimbulkan dampak negatif. Sebaliknya sudah banyak penelitian dilakukan untuk membuktikan perbedaan antara produk GM dan non-GM, dan terbukti bahwa perbedaannya tidak signifikan dan bahkan beberapa produk GM memiliki kualitas yang lebih baik (misalnya, kandungan nutrisi lebih tinggi, ramah lingkungan, dll) dan bersifat ’sustainable’ untuk menjamin keperluan di generasi mendatang.
Negara Eropa termasuk anti-GM, tetapi sudah banyak penelitian di negara-negara EU yang membuktikan bahwa produk GM tidak berbahaya. Walaupun demikian, EU tidak menerima produk GMO masuk ke negaranya. Hal ini bisa terjadi karena pengaruh media dan politik. Menurut saya, tidak lama lagi EU pun akan membuka diri terhadap komersialisasi produk GM :) seiring dengan berjalannya penelitian dan riset yang lebih mendetail.

6 Arif February 25, 2011 at 10:05 am

GMO ibarat kita makan buah simalakama, brother….

7 bioisea December 13, 2011 at 2:45 pm

terimakasih sebelumnya. lalu haruskah GMO beserta produknya dilarang di Indonesia?

8 fitri March 20, 2012 at 7:12 am

di Amrik sendiri GMO masih dalam pertentangan, saya dengar dari seorang teman disana histeria terhadap GMO semangkin mengerikan, di German semua panen GMO di musnahkan, Monsanto adalah penyalur benih GMO keseluruh dunia. lantas kita2 orang yang tidak tahu dengan GMO bagaimana ? apalagi kita termasuk konsumen Kedelai terbesar, dan kita impor kedelai dari Amrik. yang jelas2 kedelainya sudah di GMO kan… Allahu ‘alam.. semoga selamet deh..

9 wayan suparta May 14, 2013 at 2:42 am

bukankah beras ir-64 dan jagung hibrida itu contoh GMO? SEJAK SD kita diajari produk pertanian Bibit Unggul yang di dalamnya ada beras yang panen 3 bulan sekali, mengganti beras alami yang panennya 9 bulan sekali. Sejak awal mempromosikan GMO merupakan pekerjaan penyuluh pertanian kita kan? INI MASALAHNYA> KITA HARUS MENJELASKAN APA ITU JAGUNG HIBRIDA DLL

10 Felix Kadt September 29, 2013 at 1:20 pm

Selama kita bangsa Indonesia belum melakukan penelitian tentang GMO, mau ggak mau kita perlu berhati-hati dan mencermati apa yang disuarakan oleh Mr Jeffrey Smith lewat penelitiannya/bukunya.Apakah LIPI bisa membantu tentang masalah GMO ini ? Mudah2 an.

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Previous post: 11 Daftar Makanan Terbaik yang Jarang di Konsumsi

Next post: FAKTA Mengenai Teh

</